Kamis, 04 Februari 2021

SURAT TERAKHIR VERSI AKU

SURAT TERAKHIR

Hay kamu yang jauh disana!

Apa kabar?

Masih ingat aku? Ya, lelaki 7 tahun yang lalu yang setia mendampingimu. Kalau surat ini sudah sampai padamu, berarti kita sudah berada di alam yang berbeda. Melalui surat ini aku ingin berpamitan padamu dan juga memohon maaf untuk semua kesalahanku yang dulu. Sebenarnya aku ingin langsung menyampaikan padamu tanpa melalui surat ini, namun aku sudah tidak memiliki kontakmu. Beberapa kali kucoba untuk menghubungimu melalui sosial media, namun hingga surat ini kukirimkan padamu belum ada yang kau balas. Saat memutuskan untuk mengirimimu surat ini, aku sempat dilanda kebingungan, kemana akan kukirim surat ini? karena aku tak tau posisimu saat ini dimana. Syukurlah dulu kau banyak mengenalkanku dengan teman dan saudaramu. Dan banyak pula diantara mereka yang berteman denganku di sosial media. Aku meminta alamatmu dari mbak Tika, karena diantara yang lain aku lebih mengenalnya. Maaf karena aku tidak meminta izinmu terlebih dahulu.

Mungkin kau akan bertanya, kenapa aku harus berpamitan padamu? Karena kau merupakan sepenggal kisah dari cerita kehidupanku. 6 tahun 11 bulan dari cerita kehidupanku ada bersamamu, sebelum semuanya berakhir di bulan Agustus. Berakhirnya hubungan kita aku fikir merupakan kebahagiaan untukmu. Aku melihatnya dari unggahan-unggahan di sosial mediamu, senyummu begitu lebar, seperti tidak ada lagi beban dalam hidupmu dan kau juga dikelilingi banyak teman. Namun tidak buatku, tepat satu bulan setelah hubungan kita berakhir aku didiagnosa terkena kanker otak dan sudah memasuki stadium akhir. Belum lagi dengan kondisi hati ku yang semakin parah akibat virus hepatitis B dan virus hepatitis C. Melihat kondisiku seperti ini, dokter mengatakan kalau hidupku di dunia ini tergantung pada panggilan Yang Maha Kuasa. Dalam hati aku berdoa ‘ya Tuhan jika memang ini akhir dari hidupku, aku ikhlas. Tapi jangan Kau ambil dulu nyawaku, tugasku belum selesai. Izinkan aku untuk menyelesaikan tugasku dan berkumpul dengan keluarga sebentar”

Bulan September merupakan bulan yang sangat kau nantikan sejak lama. Ya! bulan dimana ceremoni kelulusanmu. Dari kejauhan aku melihatmu, kau begitu sangat bahagia dan kau begitu gagah menggunakan toga itu. Ku lihat disamping kiri kananmu ada keluarga dan teman-temanmu. Kalian terlihat begitu bahagia dengan mengekspresikan berbagai macam gaya dalam foto. Sebenarnya aku sangat ingin menghampirimu dan mengucapkan selamat untuk perjuanganmu selama ini agar bisa menggunakan toga ini, tapi aku takut merusak suasana hatimu saat itu. Sebenarnya saat seseorang memberikanmu hadiah dariku, aku ingin tetap berdiri ditempatku agar kau bisa melihatku. Namun saat itu, tiba-tiba kepalaku begitu sakit dengan hebatnya dan aku tak ingin merepotkanmu dan orang-orang disana untuk mengurusku, jika aku pingsan. Maka aku memutuskan untuk pergi. Kau masih ingat kejadian ini? Aku pergi bukan meninggalkanmu, hanya saja untuk menjauh dari keramaian. Dan benar saja, aku pingsan. Tapi syukurlah saat itu tidak ada orang yang tau, jadi aku tidak merepotkan orang lain. Jam 18.00 aku tersadar.

Malam itu sebenarnya aku sangat ingin menghadiri perayaan kelulusanmu, karena seperti sebelum-sebelumnya jika anak Asrama ada yang wisuda maka malamnya akan ada perayaan bersama teman-teman. Tapi aku gak tau lokasi perayaan itu. Terbesit difikiranku untuk pergi ke pantai depok, karena biasanya kalian mengadakan acaranya disana. Namun aku berfikir dengan kondisiku yang sudah seperti ini, aku gak mungkin kesana. Aku takut penyakitku kambuh dan merusak acara perayaan kelulusanmu. Akhirnya aku memutuskan untuk tetap di Kos dan aku merayakan kelulusanmu dengan mendoakanmu, semoga ini menjadi langkah awal menuju kesuksesanmu dan kedepannya setiap langkahmu dimudahkan oleh Tuhan. Cukuplah saat kuliah saja, cerita hidupmu begitu pahit dan perjuanganmu begitu keras.

Setahun setelah itu aku mendapat kabar dari temanmu, kalau kau sedang sakit. Penyakit Jantungmu semakin parah sehingga kau dirawat di rumah sakit. Aku fikir ini saat yang tepat untuk kita berjumpa kembali disisa umur kita yang mungkin tidak lama lagi. Dan aku bersyukur Tuhan masih memberikan aku umur sampai selama ini. Akhirnya aku terbang ke Riau untuk melihat kondisimu. Nama rumah sakit dan di ruangan apa kau dirawat sudah kudapat dari temanmu. Akhirnya kita bertemu, namun kau tidak menyadari keberadaanku disana. Dan memang tidak ada yang menyadari keberadaanku disana dari orang-orang yang pernah ku kenal dulu. Aku hanya melihatmu dari kaca jendela. Sebenarnya aku ingin masuk, namun ku lihat ada seorang lelaki yang sedang duduk disampingmu sambil memegang tanganmu. Tiga hari aku disana dan lelaki itu selalu setia berada disampingmu dan terus menggenggam dan memandangmu. Kulihat sesekali kalian bercanda dan saling memberikan tatapan kehangatan. Akhirnya kuputuskan untuk kembali ke Timor-Leste, karena ku fikir kau akan baik-baik saja. Dan benar saja, satu minggu setelah kepulanganku kau sudah pulang dari rumah sakit.

Enam bulan kemudian kau mengunggah foto pernikahanmu. Tanpa sadar air mataku terjatuh saat melihat foto itu. Aku bahagia, akhirnya kau menemukan orang yang sesuai dengan harapanmu. Aku pun mengucapkan selamat atas pernikahanmu dengan mengomentari foto itu di akun sosial mediamu. Namun kau tidak merespon komentarku dan hanya komenku yang tidak kau respon. Kau menyadarinya? Melihat foto ini aku teringat perkataanku dulu semasa kita masih bersama. Bahwa aku ingin menemanimu menuju proses kesuksesan itu, walaupun kelak bukan aku yang ada disampingmu saat kau sudah mendapatkannya. Apakah kau juga mengingatnya saat ini?

Tiga bulan setelah itu kondisiku memburuk. Aku berusaha menyembunyikan semuanya dari keluargaku hingga akhirnya aku beristirahat dengan tenang. Ku fikir Tuhan mengabulkan keinginanku untuk mencintaimu sampai 1000 tahun lagi, hingga di akhir hayatku hanya namamu yang kubawa dalam peristirahatan terakhirku. terimakasih untuk warna yang kau berikan di hidupku, terimakasih untuk cerita yang telah kita tulis bersama, dan terimakasih untuk memberikanku kesempatan menjadi bagian dari perjuanganmu. Aku pamit ya, semoga kelak kita dapat bertemu kembali dalam dunia yang berbeda.

 

         J & S   
     Plaza Hotel

20 Agustus 2020

Share:

Senin, 13 April 2020

UPDATE KOVID-19 di TIMOR-LESTE


UPDATE KOVID-19 di TIMOR-LESTE


Pandemic COVID 19 semakin merajalela dimana-mana. Ganasnya virus ini menyebabkan setiap hari tidak sepi dengan berita kematian. Menurut data terbaru dari WHO hingga 13 April 2020 kemarin jumlah penduduk dunia yang meninggal akibat pandemic COVID 19 telah mencapai 111.828. Jumlah kasus yang tersifeksi COVID 19 telah mencapai 1.776. 867 juta jiwa dengan kasus terbaru mencapai 84.644[i]


Timor-Leste merupakan negara termuda yang berada di antara Indonesia dengan Australia juga mengalami dampak dari pandemic COVID-19. Kasus Positive COVID 19  pertama kali di Timor-Leste terjadi pada 24 Maret 2020 dengan jumlah kasus 1 orang [ii], namun karena kelalaian pemerintah Timor-Leste dalam mengatasi pandemic virus ini mengakibatkan jumlah kasus positive di Timor-Leste semakin meningkat. Berdasarkan informasi dari Kementrian Kesehatan Timor-Leste, hingga tanggal 12 April kemarin, jumlah kasus positive COVID-19 telah meningkat menjadi 4 kasus, jumlah kasus ini termasuk kasus pertama yang pasiennya kini sudah sembuh dan sedang dalam proses test medis sebelum dipulangkan.

Bertambahnya kasus positive COVID-19 di Timor-Leste diakibatkan kurang masifinya upaya pemerintah Timor-Leste dalam mengatasi penyebaran COVID-19. Kelalaian kementrian Transportasi dan Komunikasi Timor-Leste dalam mengambil kebijakan antisipatif dalam ha lini menutup semua transportasi baik udara maupun darat.
Palacios da Cinzas


Kasus Positive COVID 19 berawal dari mahasiswa Timor-Leste yang kembali dari Indonesia lewat perbatasan Mota Ain pada tanggal 1 April 2020. Jumlah mahasiswa Timor-Leste sebanyak 20 orang ini kemudian berangkat ke Dili dengan menggunakan kendaraan umum (Bus), selanjutnya dikarantina di Dili. Dari 25 Mahasiswa tersebut, 11 orang dikarantina di Hotes Katuas, Bidau, sisanya di hotel lain. Tanggal 10 April 2020 salah satu dari Mahasiswa ini mengalami demam dan batuk, kemudian team medis yang bertanggungjawab langsung mengambil sample untuk kemudian di test. Dari hasil test mahasiswa tersebut dinyatakan positive Corona dan akhirnya diisolasi di Rumah Sakit Vera Cruz hari itu juga. Dua hari selanjutnya, tepatnya tanggal 12 April 2020, di karantina yang sama, dua mahasiswa dinyatakan positive COVID-19. Pagi ini, Kementrian Kesehatan menginfomasikan lagi bahwasannya terdapat dua mahasiswa lagi yang positive COVID 19, saat ini sudah di isolasi di Rumah Sakit Vera Cruz. Dengan demikian, jumlah kasus positive COVID 19 di Timor-Leste saat ini sudah mencapai 5 kasus.[iii]


Saat ini, semua stakeholders di Timor-Leste terus bekerja keras untuk menangani pandemic COVID 19. Semua team medis yang mendapatkan By Pass ID stay di Hotel yang sudah disediakan oleh Pemerintah Timor-Leste agar mempermudah merekan dalam menangani kasus COVID 19. Berdasarkan data dari Palacio Das Sinzas, sebuah facebook page dari Kemetrian Kesehatan Timor-Leste yang sering apdate informasi tentang COVID 19, mengatakan hingga tanggal 13 April kemarin, total kasus Suspect COVID 19 sebanyak 168 orang, yang sudah melakukan test dan hasil testnya belum keluar sebanyak 53 orang, negative 111 orang. 



[i] . WHO. 2014. Coronavirus (COVID 19). <https://who.sprinklr.com/>
[ii] .WHO Timor-Leste.  Moras Coronavirus 2019 (COVID-19) Relatóriu Situasaun – 21 Timor-Leste,       Dadus Relata 24 Marsu 2020. <https://www.who.int/docs/default-source/searo/timor-leste/24-03-       2020-tls-sitrep-21-ncov-tetum.pdf?sfvrsn=d34490c4_2>
[iii] Timor-Post. 2014. Pasiente Iha Salah Izolamentu Vera Kruz Sae Ba Nain Lima.                                    <https://diariutimorpost.com/2020/04/14/pasiente-iha-sala-izolamentu-vera-kruz-sae-ba-nain-               lima/>
Share:

Sabtu, 22 Juni 2019

TEATER TIMOR-LESTE

          TEATER TIMOR-LESTE
         Timor-Leste selain memiliki seni musik juga memiliki seni teater. Secara historis seni teater Timor-Leste mengalami kondisi fluktuatif. Hal ini diakibatkan oleh dampak panjangnnya proses kolonisasi di Timor-Leste. Pada massa penjajahan kolonialisme Indonesia, warisan kebudayaan nenek moyang Timor-Leste nyaris ikut lenyap akibat hilangnya kepala adat (tradisional leaders) dan pendongeng (storyteller) pada masa penjajahan Indonesia, khusunya pada pembantaian 1999 yang mengakibatkan hilangnya beberapa warisan kebudayaan serta aktor budayawan kala itu (CHVR, 2005).
            Disamping itu, selama masa kolonialisme Indonesia, Timor-Leste juga menentang (resisted) kebudayaan Indonesia dan berusaha untuk memelihara (preverse) identitas kebudayaan tersendiri. Dalam hal ini pemeliharaan lagu tradisional, dansa tradisional hingga memamerkan pertunjukkan kebudayaan suku dan kerajaan Timor-Leste (Dumphy, et., al. 2012). Sehingga perkembangan seni teater pada masa itu sangat jarang diselenggarakan karena ikut mengalami reduksi.
            Seiring berjalan waktu, seni teater di Timor-Leste mulai muncul dan mulai ditunjukkan di berbagai acara baik di kota Dili maupun di setiap Municipio. Seni teater mulai dipertunjukkan setelah Timor-Leste memperoleh kemerdekaan pada tahun 2002. Hal ini dapat dilihat dari beberapa organisasi seni teater yang muncul di Timor-Leste paska kemerdekaan, misalnya Arte Moris Free Art School (Living Art Free Art School) dengan group seni teater yaitu Bibi Bulak (Crazy Goast) di Dili, Afalyca (wild people) di Baukau, dan Lospalos Centre for Traditional and Contemporary Art and Culture dengan group seni tarinya yaitu Sanggar Haburas, dan Nafo Fila di Ainaro.
          Seni teater yang dipertunjukkan pada waktu itu adalah kombinasi antara seni budaya tradisional seperti seni tari atau dansa, seni musik dengan seni budaya kontemporer dengan tujuan untuk menghilangkan rasa traumatisme yang dialami oleh rakyat Timor-Leste akibat tindakan kekerasan yang dilakukan oleh para kolonialisme pada masa penjajahan, serta mengajak generasi muda untuk ikut berperan dalam pembangunan negara dan bangsa. Hal ini dapat dilaksakan karena group seni teater tersebut mendapatkan donasi dari Organisasi Internasioanal atau NGOs yang ikut berperan dalam proses pembangunan stabilisasi negara pada waktu itu (Scharinger, 2013).
            Setelah PBB menarik diri dari Negara Timor-Leste, organisasi seni teater semakin bertambah. Pada tahun 2012 lahir organisasi seni teater seperti TERTIL (Teratru Timor-Leste), TERA, TERLETE, TERUAL dan TERUC. Tujuan dari berdirinya group teater ini tidak lain adalah untuk melestarikan budaya Timor-Leste melalui teater. Sehingga dalam setiap even nasional seperti hari proklamasi kemerdekaan Timor-Leste, hari raya Jajak Pendapat 30 Agustus 1999 hingga insiden Santa Cruz 12 November 1999 seni teater selalu dipertunjukkan. Misalanya pada 30 Agustus 2017, group teater TERTIL TERA, TERLETE, TERUAL dan TERUC berkolaborasi dalam menunjukkan teater tentang Perayaan Hari Jajak Pendapat yang ke-18 tahun di Dili. Tujuan dari pertunjukkan ini adalah menigingatkan generasi muda Timor-Leste tentang bagaimana jalannya pemilihan jajak pendapat 1999 serta bagaimana kejamnya pembantaian dalam insiden santa Cruz setelah jajak pendapat (TERTIL, 2017).
            Selain itu, aspek gender, nasionalisme atau patritisme selalu dibawa dalam setiap even teater yang dipertunjukkan. Hal ini dimaksudkan untuk menyadarkan generasi muda Timor-Leste akan pentingnya peranan kaum perempuan dalam politik, pentingnya rasa cinta terhadap tanah air dalam diri setiap generasi muda Timor-Leste. Selain isu-isu gender, nasionalisme dan patriotisme, terdapat juga isu-isu seperti bahaya narkoba dan bahaya praktek Korupsi, Kolusi, Nepotisme (KKN) (Scharinger, 2013).
            Pemerintah Timor-Leste terus berupaya untuk mendorong perkembangan seni teater di Timor-Leste. Dalam Rencana Strategis Pembangunan Timor-Leste 2011-2030 (Timor-Leste Strategic Development Plan 2011-2030) sektor kebudayaan dan warisan (cultral and heritage) termasuk salah satu prioritas pembangunan dalam negeri guna mencapai negara Timor-Leste yang makmur. Hal ini dikarenakan kebudayaan juga diyakini dapat meningkatkan GPD dalam negara. Sehingga seni teater dan dansa dijadikan prioritas pembangunan jangka menengah (midle term) yaitu tahun 2020 akan dibangun institusi seni teater nasional di Dili agar dapat memobilisasi generasi muda Timor-Leste yang memiliki bakat dalam dunia teater dapat mengembangkan bakatnya. Selain itu tahun 2020 akan dilaksanakan tour teater keliling Municipio di seluruh Timor-Leste (SDP 2011-2013)
           Gambar 1-6: Teatru Komemora Loron Restaurasaun Timor-Leste ba dala 18, 1999-2017 (TERTIL 2017)

 Daftar Pustaka:
Schanringer, Julia. 2013. Participatory theater, is it really? A critical examination of pratices in Timor-Leste. ASEAS-Osterreichische Zeithchrift Fur Sudostasienwissenschaffen, 6 (1), 102-119.
Dunphy, K. M. Leach, N.C. Mendes, A.B.da SilvaB. Boughton adn A.da Costa Ximenes. 2012. The Role of Participatory Arts in Social Change in Timor-Leste. Discussing Outcome for Project Stakeholders. New Reasearch on Timor-Leste (187-193). Hawthorn, Australia: Swinburne Press.
Comission for Reception, Truth and Reconciliation in Timor-Leste (2005). Chega! The report of the Comission for Reception, Truth and Reconciliation in Timor-Leste (CHVR).Dili, Timor-Leste
Timor-Leste Strategic Development Plan 2011-2030. Palacio do Governo, Edificio 1. R/C Avenida Presidente Nicolau Lobato, Dili Timor-Leste
TERTIL.2017. Apresenta Teatru Komemorasa Loron Konsulta Popular ba dala 18 1999-2017, Kolaborasaun  Grupo Teatru TERTIL, TERA TERLETE, TERUAL dan TERUC. Video Dokumentasi. <https://www.youtube.com/channel/UCzVBD4ee0Gppgi9YGGASDcA>
Share:

Senin, 09 April 2018

Komentar Singkat Terhadap Kritikan Negatif Dari Tetangga Atas Pembangunan di Timor-Leste


Komentar Singkat Atas Kritikan Negatif Dari Saudara/i Tetangga Timor-Leste Terhadap Pembangunan di Timor-Leste. Tonton Videonya terlebih dahulu sebelum membaca komentar singkat saya terhadap komentar negatif dari saudara/i dari negara Tetangga Timor-Leste.


Selama ini saya sering mengupdate informasi tentang Timor-Leste, Negeri Matahari Terbit yang merupakan tanah kelahiran saya sendiri. Setiap kali saya menemukan berita tentang Timor-Leste, selalu saja ada komentar buruk tentang Timor-Leste. Mulai dari membandingkan Timor-Leste dengan Negara-negara lain hingga  menjelek-jelekkan Timor-Leste. Saya heran kenapa orang tidak bisa menerima atau sedikit saja mengapresiasi usaha orang lain ketimbang menilai kelemahan atau kegagalan orang. Parahnya lagi ada yang menjastifikasi negatif tanpa mengetahui terlebih   dahulu kondisi real yang ada di lapangan. Dan itu pelakunya adalah generasi penerus bangsa. Aneh, tapi orang-orang ini sering saya temukan baik di dunia maya maupun di dunia nyata. Jadi komentar di bawa ini merupakan sebagian expresi saya terhadap komentar atau kritikan negatif terhadap negara Timor-Leste pada umumnya dan isi video di atas pada khusunya. Berikutnya komentar singkat dari saya: 

Setelah membaca komentar dari kawan-kawan yang kurang terima atau yang berkomentar buruk tentang isi Video ini, saya sebagai generasi muda Timor-Leste mengucapkan terima kasih yang sebanyak-banyaknya atas komentar kawan-kawan baik yang bersifat negatif maupun yang bersifat positif.

Komentar kawan-kawan akan kami generasi muda Timor-Leste jadikan sebagai suatu pelajaran atau referensi untuk membangun Timor-Leste yang lebih baik lagi di masa yang akan datang. Kami sadar memang masih banyak PR yang harus diselesaikan, sebab kemerdekaan yang direbut oleh para Pendiri Negara Timor-Leste dari tangan kolonialisme bukan merupakan akhir dari perjuangan kami namun merupakan awal dari perjuangan kami. Kami akan terus berjuang membangun Negara dan Bangsa Timor-Leste yang lebih baik lagi. Kekeliruan kawan-kawan dan kurangnya pemahaman kawan-kawan terhadap kondisi real di Timor-Leste pun kami maklumkan.

Memang harus diakui bahwa membangun Negara dari dasar dengan Sumber Daya Manusia (SDM) yang minim bukanlah pekerjaan yang mudah. Tidak segampang membalikkan telapak tangan, atau tidak segampang kita menjastifikasi usaha orang. Tapi harus diakui juga bahwa membangun Negara dalam kurun waktu 15 tahun dengan "sebagian" perkembangan yang kawan-kawan saksikan sendiri dalam isi video di atas juga merupakan katalisasi pembangunan yang patut diacungkan jempol. 

Saya sendiri merupakan salah satu dari ribuan mahasiswa Timor-Leste yang sedang menekuni pendidikan di Indonesia, sudah hampir 6 tahun saya tinggal di Indonesia, turun ke basis rakyat, hidup bersama rakyat Indonesia yang digusur, ditindas atau diekploitasi, menyadarkan saya bahwa kehidupan rakyat Indonesia masih jauh dari kata sejahtera. 

Pada tahun 2013, saya terjun ke Banjarnegara tepatnya ke kebun pakishaji. Tiga minggu saya hidup bersama petani disana, mereka mengatakan bahwa mereka tidak merasakan kalo Indonesia sudah merdeka. Ketika saya menanyakan alasannya kenapa, jawabannya karena mereka masih merasakan penindasan, penggusuran, ketidakadilan, layaknya dulu masih hidup di zaman kolonialisme. Banyak sekali kasus di kehidupan rakyat Indonesia yang menurut saya patut kawan-kawan ketahui terlebih dahulu sebelum menjastifikasi pembangunan di Timor-Leste.

Apalagi sebagian kawan-kawan yang berkomentar buruk terhadap isi Video di atas merupakan aset negara, calon-calon penerus bangsa. Cobalah sesekali melihat lingkungan sekitar kawan-kawan, rasakan bagaimana penderitaaan yang dialami oleh saudara-saudara di sekitar kawan-kawan, buka mata kawan-kawan, hayati dan resapi apa yang dirasakan oleh saudara-saudara di sekitan kawan-kawan, maka kawan-kawan akan tau dan sadar bahwa mereka butuh kalian bukan sebagai penjastis negara orang lain tanpa landasan yang jelas, tapi mereka butuh kalian sebagai agen perubahan, melihat dan merasakan kehidupan mereka lalu merubahnya. Jujur saja, saya sedih membaca komentar buruk dari kawan-kawan, kadang juga saya emosi. Saya sedih bukan karena komentar jelek kawan-kawan, tapi karena ketidakmampuan kawan-kawan dalam menghargai apa yang dilakukan oleh orang lain. Saya akui bahwa kawan-kawan memang jago melakukan jastifikasi, jago melakukan krtikik, tapi seringkali jastifikasi dan kritik kawan-kawan tidak didukung oleh fakta. Dan yang paling parah adalah ketidakmampuan kawan-kawan untuk menghargai atau mengapresiasi keberhasilan orang lain meskipun dengan porsi yang sedikit. Kawan-kawan adalah aset negara, sadarlah kawan-kawan, lihat apa yang sedang terjadi, masak mau personality terus yang dikritik. So, wake up, be the part of the change that you wanna enjoy...

Sekali lagi saya bertemakasih kepada komentar kawan-kawan atas video di atas. Komentar kawan-kawan membangkitkan kesadaran dan semangat saya untuk tidak membiarkan orang lain menghina negara kami, begitu juga sebaliknya. Kita harus belajar mengapresiasi usaha orang lain, meskipun itu tidak banyak. Dan kita juga harus tau bahwa setiap proses pembangunan state building dan nation building di setiap negara masing-masing memimiliki perbedaan.

Terakhir, Mohon maaf bila ada kata-kata yang kurang mengena di hati kawan-kawan. Semua yang kuutarakan diatas merupakan sebuah manisfestasi dari kegelisahan saya terhadap komentar-komentar negatif terhadap negara saya. Saya yakin mungkin kawan-kawan juga akan merasakan yang sama ketika berada pada posisi saya. Sekali lagi, Obrigado Wain........

Share:

Sabtu, 10 Maret 2018

Surat Terakhir


Surat Terakhir 
Hay apa kabar?
Masih ingat aku? Ya, wanita dua tahun yang lalu yang setia mendampingimu. Kalau surat ini sudah sampai padamu, berarti kita sudah berada di alam yang berbeda. Melalui surat ini aku ingin berpamitan padamu dan juga memohon maaf untuk semua kesalahanku yang dulu. Sebenarnya aku ingin langsung menyampaikan padamu tanpa melalui surat ini, namun aku sudah tidak memiliki kontakmu. Beberapa kali kucoba untuk menghubungimu melalui sosial media, namun hingga surat ini kukirimkan padamu belum ada yang kau balas. Hingga akhirnya aku memutuskan untuk menulis surat ini. Saat memutuskan untuk mengirimimu surat ini, aku sempat dilanda kebingungan, kemana akan kukirim surat ini? karena aku tak tau posisimu saat ini dimana. Syukurlah dulu kau banyak mengenalkanku dengan teman dan saudaramu. Dan banyak pula diantara mereka yang berteman denganku di sosial media. Aku meminta alamatmu dari kak Tora, karena diantara yang lain aku lebih mengenalnya. Maaf karena aku tidak meminta izinmu terlebih dahulu.

Mungkin kau bertanya, kenapa aku harus berpamitan padamu? Karena kau merupakan sepenggal kisah dari cerita kehidupanku. 4 tahun 5 bulan dari cerita kehidupanku ada bersamamu, sebelum semuanya berakhir di bulan November. Berakhirnya hubungan kita ku fikir merupakan kebahagiaan untukmu. Aku melihatnya dari unggahan-unggahan di sosial mediamu. Senyummu begitu lebar, seperti tidak ada lagi beban dalam hidupmu dan kau juga dikelilingi banyak teman. Namun tidak buatku, tepat satu bulan setelah hubungan kita berakhir aku didiagnosa terkena kanker otak dan sudah memasuki stadium akhir. Melihat kondisiku seperti ini, dokter mengatakan kalau hidupku tidak lama lagi. Dalam hati aku berdoa ‘ya Allah jika memang ini akhir dari hidupku, aku ikhlas. Tapi jangan Kau ambil dulu nyawaku, tugasku belum selesai. Izinkan aku untuk menyelesaikan tugasku dan berkumpul dengan keluarga sebentar”

Bulan Februari merupakan bulan yang sangat kau nantikan sejak lama. Ya, bulan dimana ceremoni kelulusanmu. Dari kejauhan aku melihatmu, kau begitu sangat bahagia dan kau begitu gagah menggunakan toga itu. Ku lihat disamping kiri kananmu ada keluarga dan teman-temanmu. Kalian begitu bahagia dengan mengekspresikan berbagai macam gaya dalam foto. Sebenarnya aku sangat ingin menghampirimu dan mengucapkan selamat untuk perjuanganmu selama ini agar bisa menggunakan toga ini. tapi aku takut merusak suasana hatimu saat itu. Sebenarnya saat seseorang memberikanmu hadiah dariku, aku ingin tetap berdiri ditempatku agar kau bisa melihatku. Namun saat itu, tiba-tiba kepalaku begitu sakit dengan hebatnya dan aku tak ingin merepotkanmu dan orang-orang disana untuk mengurusku, jika aku pingsan. Maka aku memutuskan untuk pergi. Kau masih ingat kejadian ini? Aku pergi bukan meninggalkanmu, hanya saja untuk menjauh dari keramaian. Dan benar saja, aku pingsan. Tapi syukurlah saat itu tidak ada orang yang tau, jadi aku tidak merepotkan orang lain. Jam 18.00 aku tersadar.

Malam itu sebenarnya aku sangat ingin menghadiri perayaan kelulusanmu, karena seperti sebelum-sebelumnya jika anak Timor- Leste ada yang wisuda maka malamnya akan ada perayaan bersama teman-teman. Tapi aku ga tau lokasi perayaan itu. Terbesit difikiranku untuk pergi ke pantai depok, karena biasanya kalian mengadakan acaranya disana. Namun aku berfikir dengan kondisiku yang sudah seperti ini, aku ga mungkin kesana. Aku takut penyakitku kambuh dan merusak acara perayaan kelulusanmu. Akhirnya aku memutuskan untuk tetap di asrama dan aku merayakan kelulusanmu dengan mendoakanmu, semoga ini menjadi langkah awal menuju kesuksesanmu dan kedepannya setiap langkahmu dimudahkan oleh Tuhan. Cukuplah saat kuliah saja, cerita hidupmu begitu pahit dan perjuanganmu begitu keras.

Setahun setelah itu aku mendapat kabar dari saudaramu, kalau kau sedang sakit. Hepatitismu semakin parah sehingga kau dirawat di rumah sakit. Aku fikir ini saat yang tepat untuk kita berjumpa kembali disisa umur kita yang mungkin tidak lama lagi. Dan aku bersyukur Tuhan masih memberikan aku umur sampai selama ini. Akhirnya aku terbang ke Timor Leste untuk melihat kondisimu. Nama rumah sakit dan di ruangan apa kau dirawat sudah kudapat dari saudaramu. Akhirnya kita bertemu, namun kau tidak menyadari keberadaanku disana. Dan memang tidak ada yang menyadari keberadaanku disana dari orang-orang yang pernah ku kenal dulu. Aku hanya melihatmu dari kaca pintu. Sebenarnya aku ingin masuk, namun ku lihat ada wanita yang sedang duduk disampingmu sambil memegang tanganmu. Tiga hari aku disana dan wanita itu selalu setia berada disampingmu dan terus menggenggam dan memandangmu. Kulihat sesekali kalian bercanda dan saling memberikan tatapan kehangatan. Akhirnya kuputuskan untuk kembali ke Indonesia, karena ku fikir kau akan baik-baik saja. Dan benar saja, satu minggu setelah kepulanganku kau sudah pulang dari rumah sakit.

Enam bulan kemudian kau mengunggah foto pernikahanmu. Tanpa sadar air mataku terjatuh saat melihat foto itu. Aku bahagia, akhirnya kau menemukan orang yang sesuai dengan harapanmu. Aku pun mengucapkan selamat atas pernikahanmu dengan mengomentari foto itu di akun sosial mediamu. Namun kau tidak merespon komentarku dan hanya komenku yang tidak kau respon. Kau menyadarinya? Melihat foto ini aku teringat perkataanku dulu semasa kita masih bersama. Bahwa aku ingin menemanimu menuju proses kesuksesan itu, walaupun kelak bukan aku yang ada disampingmu saat kau sudah mendapatkannya. Apakah kau juga mengingatnya saat ini?

Tiga bulan setelah itu kondisiku memburuk. Aku berusaha menyembunyikan semuanya dari keluargaku hingga akhirnya aku beristirahat dengan tenang. Ku fikir Tuhan mengabulkan keinginanku untuk mencintaimu sampai 1000 tahun lagi, hingga di akhir hayatku hanya namamu yang kubawa dalam peristirahatan terakhirku. terimakasih untuk warna yang kau berikan di hidupku, terimakasih untuk cerita yang telah kita tulis bersama, dan terimakasih untuk memberikanku kesempatan menjadi bagian dari perjuanganmu. Aku pamit ya, semoga kelak kita dapat bertemu kembali dalam dunia yang berbeda.


Simpang benar, 20 Agustus 2019

                           SEKAR

Share:

Kamis, 08 Maret 2018

Puisi Dies Natalis FORESKO Ke-X


Selamat Ulang Tahun Untuk-mu

Hari demi hari terus berjalan
Waktu pun berganti bagaikan kilat
Perubahan adalah sebuah realitas yang harus dihadapi
Sebagai konsekuensi logis atas akhir dari sebuah langkah
Generasi ke generasi telah kau ciptakan
Dari zamanmu yang masih naif kini menjadi indah

Zamanmu kini telah berubah
Zaman penuh dengan zombie
Zaman penuh dengan hedonis
Zaman oportunistis
Zaman individualistik
Namun, Kau tetap berdiri kokoh dengan namamu
Namamu Kini dikenal dimana-mana
    FORUM ESTUDANTE KOBA-LIMA (FORESKO)
Semuanya Bukan karena kau cantik
Bukan pula karena kau kaya
Melainkan kau senantiasa menyadarkan generasi muda akan pentingnya arti pendidikan
Bahwa ini bukan tentang bagaimana kita mendengar
Melainkan bagaimana kita mengerti
Bahwa Ini bukan tentang bagaimana kita melihat
Melainkan bagaimana kita merasakan

Kau bagai peri bagiku
Saat aku lemah, kau mampu menguatkan aku
Saat aku malas, kau senantiasa mengingatkanku
Bahwa aku adalah harapan
Aku adalah tujuan
Aku adalah masa depan

Kini usiamu telah 10 tahun
Ulang tahunmu sedang dirayakan
oleh generasi baru yang sedang kau persiapkan
Selamat Ulang Tahun Untukmu
FORUM ESTUDANTE KOBALIMA
Selalu jadi ruang pemersatu bagi generasi muda
Bangkitkan semangat mereka
Hancurkan kebodohan mereka
Kokohkan jiwa intelektual mereka
Agar tak muda tergoyahkan
Jayalah Selalu....

                                                                                                   Julius Dos Santos
Yogyakarta, 2 Maret 2018

Share:

Kamis, 04 Januari 2018

TEORI NEGARA

 Teori Negara
Wacana Dasar Basis UMY
            Berbicara tentang negara, maka akan banyak pendapat yang berbeda. Terutama jika pembahasan sudah menyangkut tentang untuk siapa sebenarnya negara hadir?. Oleh karena itu pembahasan negara saat ini merupakan kajian yang sangat penting, di keranakan rutinitas kita sehari-hari tidak bisa terlepas dari yang namanya negara. Kondisi negara terutama di bangsa ini menunjukkan kearah yang menyesatkan terutama negara tidak benar-benar hadir untuk kepentingan rakyat. Cerminan dari tidak hadirnya negara untuk rakyat bisa kita lihat dari banyaknya kepentingan rakyat yang harus di kalahkan dengan kepentingan modal asing. Oleh karena itu pemahaman kita terhadap posisi negara yang sebenarnya, akan mengantar kita pada pemahaman bahwa negara tidak selamanya ada untuk kepentingan bersama. Berikut beberapa teori tentang negara tentang asal-usul lahirnya negara:
A.           Negara Absolut
Teori negara absolute dibangun atas dasar hipotesa negara harus memiliki kekuasaan yang besar dan tak terbatas. Kekuasaan negara yang besar ini di karenakan masyarakat sebelum ada negara yang masih terdiri dari kelompok dan klan hidup dengan kekacauan. Masyarakat masih hidup tanpa ada aturan, selalu terlibat dalam pertempuran semua melawan semua (Bellum Omnes contra omnes), ini terjadi karena setiap orang bebas melakukan apa saja yang dikehendakinya. Karena itu masyarakat menjadi tidak tertib, sehingga negara dengan kekuasaan yang mutlak harus ada. Kenapa kekuasaan mutlak ini harus ada di karenakan hanya negara yang memiliki keinginan yang bisa menuntun masyarakat hidup dalam kedamaian. Negara merupakan representasi dari kepentingan umum yang akan mengendalikan kepentingan bebas setiap individu.

B.            Negara Konstitusional
Teori negara konstitusional bertolak belakang dari teori negara absolute yang memposisikan negara dengan kekuasaan mutlaknya. Teori negara ini cenderung melihat bahwa kekuasaan negara tidak boleh mutlak, karena sumber keadaulatan sebenarnya adalah rakyat, bukan negara dan bukan juga tuhan, karena itu rakyat harus berdaulat. Teori ini muncul karena kekhawatiran terhadap kemungkinan penyalahgunaan kekuasaan oleh penguasa, yang tidak terkontrol. Semangat untuk mengendalikan kekuasaan pertama kali muncul ketika Martin Luther melakukan kritik terhadap kekuasaan gereja yang tidak terkontrol. Luther menuduh bahwa gereja menyelenggarakan kekuasaanya untuk memperoleh kekayaan dan kekuasaan gereja. Karena itu Luther juga mulai berbicara tentang hak untuk memberontak seandainya kaisar atau raja melanggar undang-undang. Pikiran-pikiran Luther juga didukung oleh kaum Monarco (Kaum pembantah raja). Salah satu persoalan yang sering mereka lontarkan adalah jika raja memiliki keabsahan kekuasaanya dari gereja dan kemudian raja melanggar kaidah hukum gereja dan gereja tetap merestuinya, haruskah raja dipatuhi ?
Serangan kaum monarco mendorong lahirnya teori tentang kontrak sosial. Menurut teori ini negara lahir dari adanya suatu perjanjian luhur antara rakyat, untuk melindungi hak milik, hak hidup, hak kebebasan, baik yang berasal dari dalam negeri maupun luar. Selain itu Para pemikir tentang negara juga mulai memikirkan bagai mana membatasi kekuasaan negara. Salah satu upaya untuk membatasi kekuasaan negara adalah dengan membagi-bagi kekuasaan negara, maka kemudian lahirlah teori tentang Trias Politica yang membagi kekuasaan negara menjadi tiga yaitu Eksekutif Legislatif dan Yudikatif. Tujuan dari pembagian kekuasaan ini adalah untuk menghindari pemusatan kekuasaan ditangan satu orang atau satu lembaga.  
C.           Negara Etis
Teori negara yang ketiga adalah teori negara etis, disebut sebagai teori etis karena dalam teori ini negara dianggap mempunyai misi suci untuk memajukan kesejahteraan umum dan untuk membebaskan manusia dari ketidakadilan dan penindasan. Teori negara etis mengacu pada filsafat Hegelian tentang negara, Hegel mendukung pemberian kekuasaan yang besar pada negara. Argumentasinya didasarkan atas pertentangan antara kepentingan individu yang egoistis dengan kekuasaan umum yang mulia.
Bagi Hegel, sejarah umat manusia merupakan proses dari sebuah ide yang universal yang sedang berproses, dari sebuah ide yang kemudian merealisasikan dirinya menuju kesempurnaan. Sejarah manusia adalah rangkaian proses mewujukan ide universal tersebut. Ujung dari proses relisasi ide universal itu adalah terciptanya sebuah masyarakat yang ideal.
Negara menurut Hegel adalah penjelmaan dari ide universal tersebut, sedangkan individu merupakan representasi dari kepentingan yang particular dan sempit. Negara memperjuangkan kepentingan umum yang lebih besar yakni mewujudkan ide universal yang menjadi tujuan dari sejarah umat manusia. Negaralah yang akan menjadi agen sejarah untuk membantu manusia yang sekarang berproses menjadi manusia yang akan membentuk masyarakat yang sempurna dikemudian hari. Keinginan negara adalah keinginan umum untuk kebaikan semua orang karena itu negara harus dipatuhi. Untuk bisa dipatuhi negara harus memiliki kekuasaan yang besar. Karena itu menurut Hegel negara harus memiliki hak untuk memaksakan keinginanya kepada warga, sebab negara adalah wujud dari kemerdekaan rasional yang menyatakan dirinya dalam bentuk obyektif, karena itu negara ada di atas semua golongan masyarakat.
D.           Teori Negara Marxis-Leninisme
Dalam pandangan teori ini negara harus memiliki kekuasaan yang mutlak untuk dapat memaksakan kehendaknya kepada warga. Bentuk negara ideal adalah Diktator Proletar, tetapi bentuk ini bukanlah bentuk akhir yang di cita-citakan sebab cita-cita akhirnya adalah masyarakat tanpa negara.
Argumentasi yang dibangun Karl Marx adalah dengan melihat sejarah manusia yang merupakan proses pertentangan kelas. Dimana pada zaman feodal terjadi pertentangan antara kelas bangsawan dengan kelas petani, di zaman perbudakan terjadi pertentangan kelas antara pemilik budak dengan budaknya, dan di zaman kapitalisme terjadi pertentangan antara kelas pemilik modal dengan buruhnya. Pertentang kelas ini baru berhenti pada saat terciptanya masyarakat komunis dimana buruh berkuasa, dan pada masa inilah tidak ada lagi ekploitasi karena semua diatur bersama. Tidak ada lagi kepemilikan alat produksi secara pribadi baik individu atau kelompok masyarakat.
Dalam masyarakat komunis menurut Marx, kepemilikan modal oleh sekelompok orang dihapuskan. Modal dimiliki secara bersama oleh semua orang. Dengan demikian tidak ada lagi perbedaan antara buruh dan majikan karena semua orang adalah buruh sekaligus majikan. Inilah bentuk akhir perjalanan sejarah manusia, karena disinilah manusia merdeka.
Masyarakat komunis bagi kaum Marxis adalah akhir tujuan yang harus direalisasikan. Hegel bahwa Negaralah agen sejarah yang bisa merealisasikan ide universal, sedangkan kan Marxis melihat bahwa kaum buruh adalah agen sejarah yang akan membidani lahirnya masyarakat yang merdeka, bukan seperti yang dikatakan Hegel.
E.            Negara pluralis
Menurut teori pluralis negara adalah wahana tempat berkompetisinya kelompok-kelompok yang ada dimasyarakat. Oleh karena itu sistem politik yang demokratis dengan aturan main yang jelas dan di sepakati secara bersama merupakan syarat mutlak bagi berlangsungnya kompetisi tersebut. Kekuasaan negara di pandang harus berada di tangan rakyat bukan di negara. Kekuasaan negara harus secara terus menerus dan teratur di kembalikan kepada rakyat dari waktu kewaktu secara berkala melalui mekanisme pemilihan umum. Adanya pemilihan umum ini maka secara teratur dan berkala pemegang kekuasaan negara di desak untuk mempertanggung jawabkan kebijakan-kebijakanya kepada masyarakat.
Kaum pluralis menolak memberikan kekuasaan secara mutlak kepada negara, karena kekuasaan yang mutlak pada negara akan mengakibatkan negara menjadi lemah karena tidak didukung oleh kelompok-kelompok yang ada dimasyarakat.
Ø   Realitas Negara dan Perlunya Revolusi
Jika melihat negara dalam konteks kekuasaan dan pemerintahan saat ini maka  akan sampai pada relitas bahwa negara tidak lagi hadir representasi dari kepentingan rakyat. Perang imperialis telah sangat mempercepat dan memperhebat proses perubahan dari kapitalisme monopoli sumber produksi menjadi kapitalisme monopoli-negara. Penindasan atas massa rakyat oleh negara, yang telah menjadi agen capitalisme internasional menjadi mengerikan lagi. Perselingkuhan kapitalisme internasional dengan negara yang menguasai aset-aset produksi ekonomi menyebabkan segala kebijakan dikendalikan untuk menjadi sumber akumulasi bagi pemilik modal. Imbas yang akan dirasakan adalah rakyat menjadi budak bagi kepentingan kapitalime. Ini terjadi dikarenakan negara bukan sebagai lembaga yang netral dan jauh dari kepentingan akan tetapi merupakan alat kelas untuk menindas kelas lainya.
Oleh karena itu untuk mengembalikan fungsi negara kepada asalnya, sebagai alat untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat di perlukan sebuah perjuangan massa rakyat terdidik untuk merebut negara. karena itu, untuk mewujudkan kedaulatan rakyat ada beberapa persyarat yang harus dilakukan:
·                Pembentukan organisasi sebagai alat perjuangan
Persyaratan bagi berhasilnya perjuangan tentunya tidak terlepas dari alat perjuangan yang dimilikinya. Disinilah letak pentingya sebuah organisasi revolusioner yang mampu mengantar perjuangan rakyat merebut kekuasaan. Dengan adanya organisasi sebagai alat perjuangan maka perlawanan rakyat akan semakin massif di karenakan kader yang menjadi persyarat organisasi akan melakukan pendidikan politik di basis massa. Pendidikan politik ini penting agar massa rakyat benar-benar massa yang terpimpin dan terdidik yang akan membuat perjuangan tetap di garisnya.
·                Perebutan kekuasaan negara
Perebutan kekuasaan terhadap negara yang di lakukan oleh massa rakyat merupakan prasyarat yang tidak bisa dihindarkan. Negara selama ini hanya menjadi alat penindas bagi rakyat karena negara dengan kekuasaan dan sistem politiknya telah memaksa rakyat untuk patuh. Oleh karenaya dalam melakukan perjuangann maka massa rakyat yang terdidik harus menolak semua sistem politik yang jelas-jelas di angun oleh penguasa untuk melanggengkan pemerintahanya.
Perebutan kekuasaan oleh massa rakyat tentunya akan membuat sistem dan tatanan pemerintahan yang baru. Penguasaan alat produksi dan sumber-sumber ekonomi dan dikelolahnya sumber-sumber ini oleh negara akan membuat kesejahteraan rakyat menjadi suatu hal yang memungkinkan.
·                Perombakan satuan bersenjata (militer)
Pada dasarnya Engels mengembangkan konsep tentang kekuasan yang di sebut negara (kekuasaan yang muncul dari masyarakat tetapi menempatkan diri diatasnya dan lama-lama menjadi terpisah dari padanya). Kekuasaan ini menurut Engels terdiri dari atas badan-badan khusus berupa orang-orang yang di perlengkapi senjata (militer) yang mempunyai peralatan berupa penjara dan senjata.
Sehingga jelaslah bahwa militer pada awalnya tercipta dari masyarkat akan tetapi mempunyai kedudukan di atasnya karena mempunyai fungsi perlindungan, akan tetapi dalam perjalanya pasukan khusus ini terpisah dari dari masyarakat dan berdiri sendiri dan menjadi kesatuan sebagai pelindung kaum berkuasa (borjuis)
Oleh karena itu perlu adanya perombakan fungsi dari satuan militer ini agar tidak lagi menjadi penjaga kepentingan aset-aset kapitalisme internasional. Jika melihat konteks awal terciptanya militer yang bagian dari masyarakat akan tetapi mempunyai peran istimewa sebagai penjaga keamanan masyarakat ia berada maka tentunya militer harus berfungsi sebagai penjaga keamanan wilayah (territorial) dari gangguan pihak luar.
·                Perubahan produk hukum lama
Negara pada saat di kuasai oleh kelas tertentu dan dengan segala instrument yang dimilikinya telah minciptakan tata nilai yang berpihak kepada kelas berkuasa dan kapitalisme internasional. penciptaan produk hukum ini dilakukan oleh kekuasaan lama untuk mengaburkan kenyataan bahwa sebenarnya apa yang dilakukan seolah-olah demi kepentingan umum. Oleh karena itu Setelah penguasaan negara oleh rakyat dan ditegakkanya kedaulatan rakyat maka perlu adanya perombakan terhadap produk atau tata nilai yang di bangun penguasa untuk melegalkan kepentinganya. Aturan baru di buat untuk menghancurkan aturan hukum lama dan mengembalikan tata nilai dan norma kembali kefungsinnya menjadi produk hukum yang melindungi dan mensejahterakan rakyat.

Berbareng Bergerak Merebut Kedaulatan
Wujudkan Demokrasi Tuntaskan Revolusi
Bersatu Kita Menggempu
Bercerai Kita Menghimpun


Share:

Total Pageviews

Theme Support